Melestarikan budaya indonesia melalui game edukasi

  Perkembangan teknologi semakin berkembang pesat , salah satunya perkembangan teknologi game di dunia , tetapi kebanyakan game yang tersedia kurang mendidik. Bahkan sering kali berakibat negatif pada pengguna, khususnya untuk anak-anak yang masih belum bisa membedakan positif dan negatif yang bisa berpotensi merusak moral dan budaya, dalam presentase pengguna smartphone di dunia indonesia menempati peringkat ke 5 terbesar, yang mayoritas penggunanya berada di usia remaja, di sisi lain indonesia merupakan negara yang kaya akan budaya ,berbagai suku,upacara adat dan pakaian adat yang dimiliki Akan tetapi semakin  majunya teknologi membuat kepedulian generasi  muda semakin memudar. Mereka lebih tertarik untuk mempelajari budaya – budaya yang berasal dari luar negeri. Salah satunya tentang pakaian adat, masyarakat semakin asing dengan pakaian pakaian adat yang ada di Indonesia .oleh karena itu inilah kesempatan kita untuk membuat sebuah game yang berbasis web atau aplikasi yang memberikan hiburan dan juga bisa memberikan edukasi yang efektif memperkuat karakter indoneisa terutama kepada pengguna yang berumur 6-12 tahun. yang mempunyai peluang bisnis dalam memanfaatkan kekurangan yang ada dan mempunyai tujuan untuk Membantu generasi muda mencintai kebudayaan Indonesia,  Mengenalkan budaya Indonesia keseluruh dunia dan Bisa menjadi kan pemicu  yang dapat mengangkat budaya Indonesia. ini adalah beberapa metode dan game edukasi yang dapat melestarikan budaya indonesia

1 .Aplikasi Game Pendidikan Berbasis Android Untuk Memperkenalkan Pakaian Adat Indonesia 

 Aplikasi yang dipilih disini adalah game puzzle dengan gambar-gambar pakaian adat dari seluruh Indonesia. Hal ini dinilai perlu karena untuk memperkenalkan budaya asli Indonesia dengan cara yang lebih efektif. Game yang dibuat bisa di download di Google Play, tanpa biaya download agar bisa digunakan oleh seluruh pengguna perangkat. Diharapkan dengan hal ini dapat membantu pemerintah untuk melestarikan budaya nasional yang saat ini kurang dipedulikan oleh generasi muda. Juga dapat membendung arus budaya yang tidak sesuai dengan nilai-nilai budaya di Indonesia. Aplikasi ini sangat efektif bagi orang tua dalam mengajari anak-anak usia 4-10 tahun. Aplikasi berbasis android sengaja dipilih karena pada saat ini adalah perangkat yang terbanyak digunakan di Indonesia. Telepon berbasis android digunakan diseluruh lapisan masyarakat dan semua tingkatan umur. Diharapkan dengan adanya aplikasi ini bisa menjadi sarana yang efektif untuk mengedukasi masyarakat, khususnya anak-anak. Semoga dengan munculnya aplikasi ini disusul dengan munculnya aplikasi-aplikasi lain yang sejenis sehingga budaya Indonesia akan semakin mudah ditemukan di Google Play.

2. Game 2D-Sidescroll borneo

saat ini kondisi indonesia yang kaya saat ini mengalami krisis keanekaragaman satwa ,Tentunya ini menjadi sorotan masalah kita semua. Apabila keanekaragaman satwa kita banyak yang berkurang, maka hal ini akan mengurangi ciri khas Indonesia di mata dunia. Kita perlu kembali menanamkan rasa ingin melestarikan satwa . Untuk melakukan hal tersebut, diperlukan sebuah media yang pas di dalam masyarakat agar lebih mudah diterima, yaitu pelestarian melalui pengembangan video game . dalam game selain menanamkan nilai-nilai melestarikan satwa, oleh karena itu game ini  di gunakan sebagai media pengenalan keindahan alam Indonesia, terutama Kalimantan Barat. menggunakan game engine unity sebagai alat pengembang. sesuai namanya game ini berfokus pada daerah kalimantan barat yang bertemakan pelestarian satwa dan budaya ,dalam game ini player bisa jalan,loncat,mengambil buah,menyerang musuh yang pastinya menghibur dan edukatif




3Game Edukasi Untuk Melestarikan Permainan Tradisional (Gobak sodor)

Gobak sodor atau galah asin adalah permainan tradisional di Indonesia yang dimainkan secara berkelompok bergantian dan saling menghalangi satu sama lain. Banyak anak – anak dan remaja yang tidak pernah memainkan atau bahkan tidak tahu permainan warisan budaya bangsa tersebut. Kemajuan teknologi saat ini berkembang pesat. Permainan tidak hanya dilakukan secara langsung, melainkan bisa dengan visual, komputer, ataupun video game. Perlu adanya suatu upaya untuk melestarikan warisan budaya tersebut dengan menggabungkan teknologi yang berkembang saat ini. Maka dari itu muncul suatu gagasan untuk membuat game “ARGASIN”. Game ini memberikan pengetahuan tentang permainan gobak sodor beserta aspek sosial yang terdapat didalamnya. Tujuan dari game ARGASIN adalah memberikan nilai edukasi dari permainan tradisional gobak sodor. Game yang ber- genre casual ini ditujukan pada semua umur khususnya anak usia SD hingga SMP. ARGASIN dilengkapi simulasi 3D menggunakan teknologi augmented reality pada single player dan bisa dimainkan dua sampai tiga pemain pada multi player. Augmented reality menggabungkan interaksi alami, nyata dan kaya akan realitas fisik dengan bebas dari kendala dan presisi digital di dunia. Cara bermainnya adalah dengan mengatur stategi agar musuh tidak dapat menembus pertahanan pemain. Lawan dari game ini adalah agen yang menggunakan kecerdasan buatan atau agen cerdas yang dapat secara acak memilih rute untuk menembus pertahanan pemain. Dilakukan pengujian dan implementasi kepada anak –anak dan diambil data menggunakan kuisioner. Selain itu kebergunaan game ARGASIN ini juga diuji dengan menggunakan pengujian Heuristik Evaluasi Kebergunaan pada Game Edukasi atau PHEG. Dengan adanya game ARGASIN ini diharapkan anak –anak lebih akan menghargai kebudayaan lokal khususnya permainan tradisional gobak sodor.

sumber:http://eprints.dinus.ac.id/12009/





Comments